gvfdvfd

fdvdfvfdvfdv

Fakta Unik Mahasiswa IPB

IPB itu Institut Perbankan Bogor karena banyak alumninya yg kerja dan megang jabatan penting dunia perbankan, atau IPB itu Institut Publistik Bogor karena alumninya banyak jadi wartawan, atau ada juga yang bilang IPB itu Institut Pak Beye karena Presiden kita itu juga Alumni kampus Rakyat ini, tapi gue lebih setuju IPB itu Institut Penerbangan Bogor. Why??? Hampir tiap jam pesawat latih Lanud Atang sanjaya hilir mudik di langit Dramaga. Tapi, kali ini gue gak bakalan ngomongin stigma plesetan yang banyak diomongin orang. Toh stigma diatas terbentuk karena alumninya. sekarang gue pengen ngomongin mahasiswanya, yang masih ngerasain nikmatnya bangku kuliah. Kebayang mahasiswa IPB itu gimana? berikut berberapa fakta unik tentang mahasiswa IPB dari Tingkat satu sampai tingkat akhir. Boleh setuju, boleh juga gak, tapi 90% dari lo semua bakalan setuju (#maksa).
Mahasiswa IPB yang baik itu paling takut sama yang namanya jam malam asrama. mahasiswa yang gak baik lebih memilih pulang lewat tengah malam, lompat pagar atau tidur di Masjid Alhuryah. tapi kalau gue lebih milih tidur di kostan kakak kelas.
Mahasiswa IPB itupaling rajin ikutan seminar dan kegiatan lainnya saat TPB ( Tingkat Persiapan Bersama = 1 tahun di asrama)
Mahasiswa IPB itu banyak yang dapat D/E di mata kuliah Pengantar Matematika dan Kalkulus saat TPB
Mahasiswa IPB itu paling bosen dengan yang namanya OSPEK, bisa nyampe 3X Ospek. Tahun pertama OSPEK Kampus, tahun kedua OSPEK Fakultas dan Departemen.
Mahasiswa IPB itu kalau masih TPB punya dresscode celana training dan kaos oblong plus kunci kamar yang menggantung di leher kalau lagi keluyuran nyari makan.
Mahasiswa IPB itu sudah harus berjuang mati-matian dimulai dari pengisian KRS Online. Sikut menyikut antar mahasiswa demi dapet Mata Kuliah yg gampang dapat nilai A. ini tidak terlepas sistem Mayor-minor di IPB, dimana mahasiswa bisa mengambil mata kuliah diluar departemennya. Misal, anak Ilmu Gizi bisa ngambil mata kuliah Arsitektur Lanskap. atau anak Manajemen Hutan bisa ngambil mata kuliah Gender dan pembangunan dari departemen Ilmu Konsumen dan Keluarga. Berhubung kuotanya yang terbatas, jadi harus cepat-cepatan, dan servernya selalu down saat diakses ribuan mahasiswa
Mahasiswa IPB itu hampir 60% pake Jilbab, udah kaya pesantren aja.
Mahasiswa IPB itu paling modis saat kuliah dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen.
Mahasiswa IPB itu suka rapat nyampe malam-malam di node Faperta.
Mahasiswa IPB itu ada golongan. Pertama Kupu-kupu, kalau habis kuliah langsung pulang ke kostan. Kura-Kura, habis kuliah pulangnya malam, rapat dulu. Kuda-kuda, disebutnya sih wirausaha muda. Kupa-kupa, habis kuliah, terus pacaran. Bela-belain ngambil mata kuliah yg gak nyambung dengan mayornya demi bisa sekelas sama si pacar.
Mahasiswa IPB itu suka titip absen kalau dosennya gak pernah ngecek absen habis kuliah.
Mahasiswa IPB itu suka bikin alesan “dari toilet pak” kalau telat masuk
Mahasiswa IPB itu tiba-tiba fanatik banget dengan Fakultasnya kalau lagi OMI (rd: Olimpiade Mahasiswa IPB)
Mahasiswa IPB itu sering bilang “kumpul OMDA” kalau ketemu di kampus malam-malam. OMDA adalah organisasi perkumpulan mahasiswa asal daerah masing-masing, misal Mahasiswa asal Sumatera Selatan = IKAMUSI, Sumatera Barat = IPMM.
Mahasiswa IPB itu suka tiba-tiba jadi pedangan asongan kalau lagi ada wisudaan, registrasi mahasiswa baru, atau acara lainnya di GWW.
Mahasiswa IPB itu naik angkot 02 pasti mau ke Ekalos Plaza atau Naik TransPak/03 pasti mau ke Botani Square.
Mahasiswa IPB itu banyak yang tercuci otaknya saat di asrama TPB buat nulis 100 keinginannya.
Mahasiswa IPB itu paling males berurusan sama petuga TU, Petugas Perpustakaan dan Satpam kampus.
Mahasiswa IPB itu paling demen ngenet di Rektorat, karena kecepetan downloadnya stabil diatas 1Mbps.
Mahasiswa IPB itu paling doyan alasan DANUS kalau lagi ditanya alasan kenapa jualan.
Mahasiswa IPB itu banyak yang belum pernah ke sawah, masuk hutan, dan kasih makan ternak. hehehehe
Mahasiswa IPB itu paling suka ngambil mata kuliah Dasar-dasar komunikasi, pengantar manajemen, rekreasi alam dan ekowista, dan AMDAL Perairan.
Mahasiswa IPB itu punya tempat ngehange out yang namanya Bara Street.
Mahasiswa IPB itu paling males minum obat dari Poliklinik, sakit kepala saja bisa minum 4 butir obat.
Mahasiswa IPB itusuka kumpul di Bank BNI Cabang Kampus kalau mau ada acara pergi bareng. Alasannya karena parkiran luas dan gampang ambil duitnya.
Mahasiswa IPB itu ……………………….

RANKING TOILET DI IPB

Kalau ngomongin toilet kampus, menurut gue 3 fakultas dengan toilet terbersih yaitu:
1. FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA point 91
2. FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN point 86
3. TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA 80

SEGI TIGA API DAN PEMINDAHAN PANAS

SEGITIGA API DAN PEMINDAHAN PANAS

KELOMPOK 5

  1. Hamim Thohari            (E14080101)
  2. Boy Tantri Tarigan       (E14090004)
  3. Dhio Teguh Ferdyan    (E14090016)
  4. Tri Sulistyo Saputro      (E1090026)
  5. Nur Atikoh                    (E14090037)
  6. Bataria Annisa Tamara (E14090078)
  7. Agung Sudrajad           (E14090099)
  8. Muhammad Asraf         (E14090129)

Dosen Praktikum :

Ati Dwi Nurhayati,S.Hut,M.Si

DEPARTEMEN SILVIKULTUR

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Proses pembakaran merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Sehingga, dlam proses pembakaran yang dihasilkan adalah karbondioksida, air, dan panas. Pada proses pembakaran dapat dilihat dalam konsep segitiga api. Konsep segitiga api ini dapat dilihat dari kegiatan manusia sehari-hari. Dalam konsep segitiga api ada beberapa komponen yang harus ada yaitu: bahan bakar, oksigen, dan sumber panas. Apabila ada salah satu komponen yang tidak terpenuhi maka tidak terjadi pembakaran.

Selain segitiga api perpindahan panas sering juga dijumpai dalam kegiatan sehari-hari antara lain: api unggun, memasak air, menjemur pakaian. Dalam perpindahan panas dikenal adanya radiasi,konduksi, dan konveksi.

  1. Tujuan
    1. Untuk membuktikan bahwa untuk terjadinya proses pembakaran harus tersedia ketiga unsur bahan baku proses pembakaran yaitu bahan bakar, sumber panas, dan oksigen.
    2. Untuk menentukan macm-macam cara pemindahan panas pada suatu proses pembakaran.

TINJAUAN PUSTAKA

Terjadinya api akibat bergabungnya tiga unsur yaitu Panas (Heat), Bahan bakar (Fuel), dan Oksigen(Oxygen) yang apabila bergabung ketiga unsur tersebut akan terjadi Api. Ketiga unsur diatas disebut sebagai segitiga api. Namun, apabila salah satu dari ketiga unsur diatas ditiadakan maka api tidak akan timbul. (Bram, 2009)

Api berkaitan erat terhadap kebakaran hutan, apabila segitiga api tersedia dihutan makan akan tercipta kebakaran hutan yang dapat merusak hutan beserta isinya. Kebakaran hutan dan lahan merupakan fenomena global yang juga bahkan terjadi di hutan tropis lembab seperti di Indonesia. ( Solichin, 2007).

Hutan menyediakan oksigen cukup banyak, kemudian bahan bakar bisa berupa serasah atau dedaunan kering yang masih diranting, kemudian sumber api, bisa dari alam atau buatan manusia. Reaksi dari pembakaran hutan dapat memberikan tiga macam sifat:

  1. Menghabiskan kayu di hutan dalam waktu singkat disamping bahan-bahan lain yang dapat terbakar.
  2. Menghasilkan enorsi yang berebentuk panas atau temperatur yang tinggi hingga akan dapat membunuh vegetasi-vegetasi, binatang, dan mempengaruhi tanah hutan.
  3. Sisi pembakaran yang dikenal sebagai abu akan mempengaruhi kimia pada tanah hutan.(Suratmo,1974)

Panas berpindah dari satu tempat atau benda ke yang lainnya dengan tiga cara: dengan konduksi, konveksi, dan radiasi. Cara konduksi yaitu hasil tumbukan molekul molekul dimana saat salah satu ujung benda dipanaskan, molekul molekul ditempat tersebut bergerak lebih cepat sehingga bertumbukan dengan molekul lain yang bergerak lebih lambat, terjadilah transfer energe antar molekul, yang pada akhirnya terjadi hantaran panas. Konveksi melibatkan zat cair dan gas dalam perpindahan panas, contohnya pada pemansan air dalam panci, terjadi sirkulasi panas didalam zat cair, udara panas naik ke atas. Radiasi melibatkan gelombang elektromagnetik dalam perpindahan panasnya, namun tidak memerlukan medium untu perpindahan panasnya. (Giancoli, 1998)

BAHAN DAN METODE

  1. Bahan dan Alat

a.1 Segitiga Api

– lilin

– gelas ukuran 200ml, 300ml, 500ml, dan 1000ml

– korek api

-alat pengukur waktu

-cutter

a.2 Pemindahan Panas

– lampu teplok

– korek api

– alat pengukur waktu

  1. Metode Praktikum

b.1 Segitiga Api

– Mengukur sumbu lilin hingga panjang sama

– Menyalakan lilin hingga api stabil

– Menutup lilin dengan menggunakan gelas ukuran 200ml,300ml,500ml,1000ml

– Menghitung berapa lama samapi nyala api lilin padam

– Melakukan pengulangan pada masing-masing gelas ukur sebanyak 3x

– Menghitung rata-ratanya

b.2 Pemindahan Panas

– Menyalakan sumbu pada lampu teplok

– Menutup corongnya

– Memegang corong pada bagian ujung bawah, ujung atas, dan paling atas

– Merasakan yang mengalami pemindahan panas tercepat

– Menghitung berapa lama sampai tidak tahan untuk dipegang

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil Pengamatan Volume Gelas dan Lama Penyalaan

Volume gelas

(ml)

Lama Lilin Menyala ( detik) Rata-rata (detik)
1 2 3
200 10 8 9,6 9,2
300 14,2 13,2 13,67 13,67
500 22,1 18,4 20,2 20,23
1000 35 33,9 31,7 33,53

Tabel 2. Hasil Pengamatan Pemindahan Panas pada Lampu Teplok

Titik Pengamatan Jenis Pemindahan Panas Keterangan
A (ujung bawah) Radiasi Lama waktu 4:48
A-B (antara ujung atas-ujung bawah) Radiasi, konduksi Lama waktu 2:42
C (di atas ujung atas) Konveksi, radiasi Konveksi dominan

Pembahasan

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pembuktian pada segitiga api dalam proses pembakaran, dan proses pemindahan panas. Pada praktikum segitiga api praktikan melakukan percobaan terhadap nyala lilin mana yang tahan lebih lama. Disini terdapat empat macam volume gelas dari ukuran 200 ml, 300 ml, 500 ml, dan 1000 ml. setelah melakukan percobaan dapatkan hasil bahwa gelas yang memiliki volume besar nyala lilin akan lebih lama dibandingkan dengan volume gelas yang kecil. Hal tersebut karena oksigen dalam  gelas yang bervolume besar lebih banyak di banding dengan volume gelas yang kecil. Dari percobaan diatas juga dapat diketahui ketika salah satu dari tiga unsur segitiga api yaitu oksigen ditiadakan atau sudah habis maka tidak ada nyala api lagi. Hal yang perlu diperhatikan dalam praktikum ini diantaranya pastikan sumbu lilin panjangnnya antara 0,5 cm sampai 1 cm, hal tersebut berpengaruh terhadap nyala api, selanjutnya ketika melakukan pengulangan pastikan gelas dalam keadaan sudah dingin kembali, sebenarnya hal tersebut dimaksudkan untuk ketersediaan oksigen dalam gelas tersebut. Dari data percobaan dapat dilihat bahwa lama nyala percobaan pertama pasti paling lama, hal tersebut dikarenakan ketersediaan oksigen di gelas tersebut masih cukup banyak, selanjutnya pada pengulangan kedua dan ketiga oksigen sudah berkurang karena jeda antara pengulangan pertama ke pengulangan kedua atau pengeulangan kedua ke pengulangan ketiga hanya sekitar kurang lebih dua menit. Sehingga jumlah oksigen yang tersedia hanya sedikit belum lagi gas CO dan CO2 yang tertinggal di dalam gelas sebagai hasil pembakaran juga berpengaruh, dimana pada pengulangan pertama tidak terdapat gas tersebut.

Pada praktikum kedua dilakukan percobaan pemindahan panas yang terjadi pada lampu teplok. Praktikan meletakan tanggannya pada tiga buah bagian di lampu teplok, yaitu

Pada bagian bawah atau A, kemudian pada bagian tengah atau B, dan terakhir pada bagian atas atau C. Kemudian untuk mengetahui diukur berapa lama praktikan mampu memegang

pada bagian A dan B dan dibandingkan waktunya.Pada awalnya titik A lebih dahulu terasa hangat atau panas lebih cepat terjadi di titik tersebut, namun tidak terjadipeningkatan panas yang berarti atau suhu di titik A cenderungkonstan atau tidak terjadi peningkatan suhu yang sedikit demi sedikit.

Berbeda dengan titik A, pada titik B peningkatan suhu terjadi begitu cepat dan pada

akhirnya suhu di titik tersebut sangat tinggi sehingga praktikan tidak dapat meletakan tangannya lebih lama lagi di titik tersebut. Dari tabel hasil praktikum didapat bahwa praktikan hanya bertahan 2:42 dan di bagian A sampai 4:48. Titik A lebih dahulu terasa hangat karena posisinya paling dekat dengan sumber api, sehingga pemindahan panas secara radiasi menjadi dominan dan lebih dahulu terjadi dibandingkan dengan posisi B dimana lebih jauh dari sumber api. Hal yang menyebabkan posisi B lebih panas dari posisi A karena terjadi lebih dari satu cara pemindahan panas, karena posisi titik B diatas sumber api, maka memungkinkan pemindahan secara konveksi terjadi dititik tersebut selain pemindahan secara radiasi. Sesuai prinsip pemindahan panas secara konveksi bahwa udara panas akan naik ke atas, jelas posisi A tidak terjadi pemindahan panas secara konveksi karena posisinya disamping sumber api. Walaupun posisi A lebih dahulu hangat, namun posisi B jauh lebih panas dari titik A. Pada titik C juga

KESIMPULAN

Praktikum kali ini membuktikan bahwa gelas dengan volume besar mampu menahan nyala lilin lebih lama dibandingkan dengan gelas bervolume kecil, hal tersebut disebabkan ketersedian oksigen di gelas besar lebih banyak daripada gelas kecil, ketika oksigen habis maka nyala lilin akan padam, ini juga membuktikan bahwa ketika salah satu dari unsur segitiga apai ditiadakan maka tidak akan muncul api. Kemudian pemindahan panas pada lampu teplok ada tiga bagian yaitu : ujung bawah terjadi pemindahan panas secara radiasi, di antara ujung bawah-ujung atas terjadi pemindahan panas secara radiasi dan konduksi, sedangkan di atas ujung atas terjadi pemindahan panas secara konveksi.

DAFTAR PUSTAKA

Giancoli.1998. FISIKA Edisi Kelima.Jakarta: Erlangga

Solichin.2007. Ringkasan Laporan Hasil Pencapaian Kegiatan Sistem Informasi

Kebakaran. Jakarta: Departemen Kehutanan RI

Suratmo, F G.1974. Perlindungan Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan, IPB.

PENGARUH KEKOMPAKAN BAHAN BAKAR

PENGARUH KEKOMPAKKAN BAHAN BAKAR

Kelompok : 5

  1. Hamim Thohari                 (E14080101)
  2. Boy Tantri Tarigan            (E14090004)
  3. Dhio Teguh Ferdyan         (E14090016)
  4. Tri Sulistyo Saputro          (E14090026)
  5. Nur Atikoh                       (E14090037)
  6. Bataria Annisa Tamara     (E14090078)
  7. Agung Sudrajad               (E14090099)
  8. Muhammad Asraf             (E14090129)

Dosen Praktikum :

Ati Dwi Nurhayati,S.Hut,M.Si

DEPARTEMEN SILVIKULTUR

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Api merupakan salah satu faktor yang dapt memengaruhi ekologi walaupun hanya hanya dengan fluktuasi yang rendah. Api dalam kebakaran hutan dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Namun juga dapat member manfaat dalam pengelolaan hutan. Sesuai prinsip segitiga api, bahwa bahan bakar merupakan salah satu syarat terjadinya api. Di hutan bahan bakar yang banyak dan melimpah adalah serasah, daun daun kering dan serta pohon yang mengandung kayu. Kayu merupakan bahan yang mudah terbakar. Namun, kecepatan api menjalar antar satu dan jenis lain kayu tidaklah sama. Hal tersebut sesuai jenis kayu yang terbakar, apakah dia termasuk softwood atau hardwood. Hal tersebut sangat terkait dengan kekompakan bahan yang menyusun kayu. Sehingga sangatlah penting bagi mahasiswa kehutanan untuk mempelajari kekompakan bahan bakar kayu guna melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

  1. Tujuan

Tujuan dari  praktikum ini adalah untuk mengetahui kekompakkan bahan bakar terhadap penyalaan atau pembakaran.

TINJAUAN PUSTAKA

Api merupakan salah satu faktor perusak yang cukup potensial. Hal ini disebabkan oleh sangat mudahnya api menjalar sehingga kerugian yang ditimbulkan dampak yang sangat besar dalam jangka waktu yang cukup pendek  (Rachmatsjah, 1985)

Proses kebakaran merupakan proses kimia-fisika yang merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Kebaran terjadi apabila tersedia tiga unsur yang disebut segitiga api yaitu Oksigen, bahan bakar dan sumber api. Bahan bakar dalam hutan tersedia dengan melimpah, sedangkan sumber panas sangat tergantung kepada kondisi alami dan kegiatan manusia.( Ahmad dkk, 2004.) Walaupun kayu merupakan bahan bakar yang mudah terbakar, sebenarnya kayu memiliki berberapa keuntungan karena api akan melahap lapisan luar. Selanjutnya lapisan arang kayu tersebut akan mencegah api cepat merambat ke bagian dalam.( Frick, 2008)

Ada lima sifat bahan bakar yang mempengaruhi proses terjadinya kebakaran yaitu bahan bakar, susunan bahan bakar, volume bahan bakar, jenis bahan bakar, dan kandungan air dari bahan bakar tersebut. Ukuran bahan bakar ada kaitannya dengan kelakuan sifat kebakaran yang terjadi. Bahan bakar yang halusakan mudah dipengaruhi lingkungan sekitarnya, misalnya suhu, sehingga akan mudah kering. Ukuran bahan bakar yang kecil akan cepat terbakar dan meluas, namun akan cepat padam. Berbeda dengan bahan bakar kasar, kadar air yang terkandung lebih stabil, tidak cepat mongering, sehingga sulit terbakar. Namun, apabila terbakar akan memberikan nyala api yang lebih lama. (Purbowaseso,2004)

Menurut Davis (1959) dalam (Rachmatsjah, 1985) api dalam kebakaran merupakan gejala fisik alam yang  terjadi karena adanya kombinasi antara api, oksigen dan bahan bahan, serta mempunyai karakteristik yaitu bersifat panas, bersinar dan biasanya menyala. Sementara itu kebakaran hutan adalah suatu proses pembakaran yang gerakannya bebas dan menghabiskan bahan bahan alam hutan seperti: tunggak-tunggak, rumput-rumputan, biji-bijian, semak dan pepohonan. Api dalam proses pembakaran bukan hanya saja proses kimia tetapi juga fisika yang menghabiskan bahan- bahan berkayu serta merubah strukturnya sambil melepaskan energi panas.

Kayu bersifat higrokopis sehingga peka terhadap perubahan kelembaban lingkungan. Pada musim kemarau kayu akan menyusut sedangkan pada musim hujan kayu akan mengembang. ( Wahyudi,2011)

Kebakaran pada kayu merupakan oksidasi (penguraian) atas unsur asalnnya, yaitu air dan karbondioksida dengan menggunakan oksigen. Menurut bahaya kayu terbakar dapat dibedakan tiga titik pembakaran yaitu: titik menyalakan api dengan sumber api diluar 2300 C, titik api yaitu kayu yang dinyalakan akan membakar pada suhu 2600 , titik menyala sendiri yaitu tanpa sumber api, pada suhu 3300 – 4800 . ( Frick, 2008)

BAHAN DAN METODE

  1. Bahan dan Alat

–          3 buah balok kayu

–          Serutan kayu 3gr

–          Timbangan analitik

–          Kaki tiga

–          Kawat kasa

–          Bunsen

–          Korek api

–          Pinset

–          Alat pengukur waktu

  1. Metode Praktikum
    1. Siapkan 3 buah balok kayu dan serutan kayu seberat 3 gr sebanyak 3 buah, kaki tiga dan kawat kasa.
    2. Nyalakan Bunsen, pastikan panjang sumbunya sekitar 1 cm.
    3. Letakan Bunsen dibawah kaki tiga yang diatasnya terdapat kawat kasa.
    4. Letakan balok kayu diatas kawat kasa, lalu hitung waktu sampai kayu tersebut terbakar. Setelah itu hitung juga lamanya waktu balok kayu tersebut terbakar sampai padam.
    5. Lakukan hal yang sama pada balok kayu kedua dan ketiga, serta pada serutan kayu.
    6. Perhatikan seberapa besar bagian kayu yang terbakar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel. Pengaruh Kekompakkan Bahan Bakar

Bahan bakar Ulangan Lama nyala waktu sampai dengan terbakar (menit) Lama penyalaan (menit) Keterangan

( %  bagian terbakar)

Balok kayu 2,9 gram 0,80 1,16 10%
2,7 gram 0,46 0,88 20%
2,4 gram 0,25 0,55 15%
Rata-rata 0,50 0,86 15%
Serutan kayu 3 gram 0,18 1,11 85%
3 gram 0,13 0,66 100%
3 gram 0,1 0,92 100%
Rata-rata 0,14 0,90 95%

Pembahasan

Bahan bakar memiliki karakteristik yaitu kekompakan, kadar air, jenis bahan bakar, tipe bahan bakar, dan kesinambungan bahan bakar. Kekompakan bahan bakar  berkaitan dengan kerapatan pori pada kayu, kepadatan kayu, sifat fisis kayu dan suplai oksigen. Pada praktikum kali ini akan dibandingkan kekompakan bahan bakar berupa balok kayu dan serutan kayu. Setelah melakukan praktikum didapat data seperti pada table hasil praktikum, bahwa pada balok kayu semakin berat balok kayu makan waktu yang dibutuhkan untuk membakarnya semakin lama. Hal tersebut sesuai yang dijelaskan (Purbowaseso, 2004) bahwa ukuran bahan bakar mepengaruhi mudah tidaknya bahan bakar tersebut terbakar. Perbedaan massa antara ketiga balok kayu bias disebabkan karena perbedaan volume yang bias menyebabkan perbedaan kadar air. Kayu yang memiliki kadar air yang tinggi akan sulit terbakar, membutuhkan waktu yang lama agar kayu tersebut terbakar. Api akan berusaha menguapkan semua air yang terdapat dalam kayu (Purbowaseso, 2004).  Balok kayu pertama memiliki massa paling besar yaitu 2.9 gram, waktu yang dibutuhkan agar balok tersebut terbakar adalah 0,8 menit, sementara itu balok kedua dengan massa 2,7 gram membutuhkan waktu 0,46 menit dan terakhir balok ketiga dengan massa balok 2,4 gram membutuhkan waktu 0,25 menit untuk terbakar. Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa semakin besar massa balok kayu maka waktu yang dibutuhkan agar balok kayu tersebut terbakar lebih lama. Walaupun factor angin juga dapat dijadikan salah satu factor yang berpengaruh karena praktikum dilaksanakan diluar ruangan dengan kondisi angin yang berbeda-beda tiap waktunya.

Ukuran bahan bakar yang menjadi tolak ukura kekompakan juga berpengaruh terhadap lamanya waktu bahan bakar tersebut terbakar. Seperti yang dijelaskan dalam (Purbowaseso, 2004) bahwa bahan bakar dengan ukuran kasar akan lebih sulit terbakar, namun apabila terbakar akan memberikan penyalaan api yang lebih lama. Hal tersebut terlihat dari hasil pembakaran balok kayu. Balok kayu pertama yang memiliki ukuran massa yang paling besar memiliki waktu nyala api yang paling lama dari dua balok kayu lainnya yaitu 1,16 menit. sedangkan balok kayu ketiga yang memiliki massa yang paling kecil memiliki waktu penyalaan api yang paling singkat yaitu 0,55 menit.

Selanjutnya membandingkan antara balok kayu dan serutan kayu. Serutan kayu memiliki massa sebesar 3 gram, sementara itu massa balok kayu rata-rata 2,7 gram. Sehingga dapa dikatakan bahwa serutan kayu adalah balok kayu yang diserut dengan alat penyerut kayu sehingga terbagi menjadi bagian bagian tertentu dan tipis. Rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh serutan kayu sampai terbakar adalah sebesar 0,14 menit, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan balok kayu yang mencapai 0,5 menit. itu menunjukan bahwa ukuran bakar bakar yang lebih halus akan lebih mudah terbakar jika dibandingkan dengan bahan bakar yang lebih kasar. Sementara itu pada balok kayu rata-rata hanya 15% bagiannya yang  terbakar dan menjadi arang, sedangkan pada serutan kayu hampir 100% bagiannya terbakar kecuali pada serutan pertama. Hal itu disebabkan karena masih ada bagian serutan kayu yang menggumpal utuh artinya kekompakannya tinggi sehingga sulit terbakar. Secara rata-rata serutan kayu 95% bagiannya terbakar dan menjadi arang.

Sementara itu  lamanya waktu api menyala pada balok kayu rata-ratanya hanya 0,86 menit, lebih kecil jika dibandingkan dengan serutan kayu yang mencapai 0,90 menit. hal tersebut dapat disebabkan pada balok kayu,  bahan bakar lebih sukar terbakar sementara itu angin terus berhembus sehingga mempercepat apinya padam. Nyala api yang kecil akan lebih gampang padam apabila terkena hembusan angin, berbeda deng nyala api yang besar apabila terkena angin akan menambah besar nyala apinnya. Namun dengan waktu0,86 menit hanya 15 % bagian balok kayu yang terbakar. Berbeda dengan serutan kayu yang 95% bagiannya terbakar dan menjadi arang dalam waktu 0,90 menit.

KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan sesuai prosedur kerja yang ada dapat ditarik kesimpulan ternyata bahan  bakar yang padat dan besar memiliki kekompakan yang lebih besar jika dibandingkan dengan bahan bakar yang tipis dan kecil. Bahan bakar yang memiliki kekompakan yang tinggi akan sulit terbakar namun apabila terbakar akan memberikan penyalaan api yang lama.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, dkk. 2004. Bahan Ajar Perlindungan Hutan. Bogor: Fahutan, IPB.

Frick, H. Ardiyanto, A. Darmawan, AMS. 2008. Ilmu Fisika Bangunan. Yogyakarta: Kanisius.

Purbowaseso, B. 2004. Pengendalian Kebakaran Hutan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rachmatsjah, O. 1985. Masalah Kebakaran Hutan dan Cara Penanggulangannya. Bogor: Stock

opname.

Suratmo, F G. 1974. Perlindungan Hutan. Bogor:Fahutan, IPB.

Wahyudi, imam. 2011. Struktur Anatomis Kayu. Bogor: Fakultas Kehutanan, IPB.

SUMBER API KEBAKARAN HUTAN

SUMBER API KEBAKARAN HUTAN

Kelompok : 5

  1. Hamim Thohari                 (E14080101)
  2. Boy Tantri Tarigan            (E14090004)
  3. Dhio Teguh Ferdyan         (E14090016)
  4. Tri Sulistyo Saputro          (E1090026)
  5. Nur Atikoh                       (E14090037)
  6. Bataria Annisa Tamara     (E14090078)
  7. Agung Sudrajad               (E14090099)
  8. Muhammad Asraf             (E14090129)

Dosen Praktikum :

Ati Dwi Nurhayati,S.Hut,M.Si

DEPARTEMEN SILVIKULTUR

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Api merupakan salah satu faktor yang dapt memengaruhi ekologi walaupun hanya hanya dengan fluktuasi yang rendah. Api dalam kebakaran hutan dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Berbeda dengan negara maju, emisi karbon di Indonesia yang terbesar berasal dari bidang kehutanan. Pembakaran hutan menghasilkan emisi karbon yang tinggi, maka dari itu perlu dipelajari apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Sebagai negara tropis dengan curah hujan yang tinggi, dimana matahari selalu bersinar setiap hari dan curah hujan yang tinggi juga berpengaruh terhadap hutan Indonesia. Isu kebakaran hutan sudah menjadi masalah global. Karakteristik sebagai negara tropis menyebabkan perbedaan antara indonesia dan negara di sub tropis terutama dalam hal sumber kebakaran hutan. Sehingga sewajibnya mahasiswa kehutanan mengetahuinya.

  1. Tujuan
    1. Untuk mengetahui sejauh mana gesekan bambu maupun gesekan kayu dapat menimbulkan terjadinya kebakaran hutan.
    2. Untuk menguji sejauh mana puntung rokok dapat menimbulkan kebakaran hutan.

TINJAUAN PUSTAKA

Api merupakan salah satu faktor perusak yang cukup potensial. Hal ini disebabkan oleh sangat mudahnya api menjalar sehingga kerugian yang ditimbulkan dampak yang sangat besar dalam jangka waktu yang cukup pendek  (Rachmatsjah, 1985)

Proses kebakaran merupakan proses kimia-fisika yang merupakan kebalikan dari proses fotosintesis. Kebaran terjadi apabila tersedia tiga unsur yang disebut segitiga api yaitu Oksigen, bahan bakar dan sumber api. Bahan bakar dalam hutan tersedia dengan melimpah, sedangkan sumber panas sangat tergantung kepada kondisi alami dan kegiatan manusia.( Ahmad dkk, 2004.)

Menurut Davis (1959) dalam (Rachmatsjah, 1985) api dalam kebakaran merupakan gejala fisik alam yang  terjadi karena adanya kombinasi antara api, oksigen dan bahan bahan, serta mempunyai karakteristik yaitu bersifat panas, bersinar dan biasanya menyala. Sementara itu kebakaran hutan adalah suatu proses pembakaran yang gerakannya bebas dan menghabiskan bahan bahan alam hutan seperti: tunggak-tunggak, rumput-rumputan, biji-bijian, semak dan pepohonan. Api dalam proses pembakaran bukan hanya saja proses kimia tetapi juga fisika yang menghabiskan bahan- bahan berkayu serta merubah strukturnya sambil melepaskan energi panas.

Ada lima sifat bahan bakar yang mempengaruhi proses terjadinya kebakaran yaitu bahan bakar, susunan bahan bakar, volume bahan bakar, jenis bahan bakar, dan kandungan air dari bahan bakar tersebut (Purbowaseso, 2004)

Kebakaran pada kayu merupakan oksidasi (penguraian) atas unsur asalnnya, yaitu air dan karbondioksida dengan menggunakan oksigen. Menurut bahaya kayu terbakar dapat dibedakan tiga titik pembakaran yaitu: titik menyalakan api dengan sumber api diluar 2300 C, titik api yaitu kayu yang dinyalakan akan membakar pada suhu 2600 , titik menyala sendiri yaitu tanpa sumber api, pada suhu 3300 – 4800 . Walaupun kayu sering dinilai sebagai bahan yang mudah terbakar, namun ada keuntungan yaitu api hanya membakar lapisan luar saja. Sesudah itu, lapisan arang akan mencegah lapisan selanjutnya dimakan api.( Frick, 2008)

BAHAN DAN METODE

  1. Bahan dan Alat

a. Pengujian gesekan kayu dan gesekan bamboo

– 2 batang bambu

– 2 batang kayu

– alat pengukur waktu

b.  Pengujian puntung rokok

– rokok

– serasah pinus

– alat pengukur waktu

– timbangan

– korek api

  1. Metode Praktikum
    1. Pengujian gesekan kayu dan gesekan bamboo

Ambil 2 batang bambu kemudian gesek-gesekan antar keduanya, hitung dengan pengukur waktu selama 1 menit, 5 menit, dan 10 menit, lakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Lihat dan rasakan apa yang terjadi. Lakukan juga untuk gesekan kayu.

  1. Pengujian puntung rokok

Timbang serasah pinus sebanyak 20 gram sebanyak 2 kali. Serasah dihamparkan di atas seng. Nyalakan rokok dan lempar puntung rokok ke atas serasah. Amati yang terjadi selama 10 menit. Selanjutnya lakukan dengan melempar kedua rokok dalam satu tumpukan serasah. dan yang terakhir kedua puntung rokok disatukan ujung yang menyala amati yang terjadi selama 10 menit.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Pengujian gesekan bambu dan gesekan kayu

Jenis bahan bakar 1 menit 5 menit 10 menit
Bamboo Tidak nyala dan hangat Tidak nyala dan hangat Tidak nyala,hangat dan menimbulkan bekas berwarna gelap kehitaman.
Kayu Tidak nyala dan panas Tidak nyala dan panas Tidak nyala dan panas

Tabel 2. Pengujian puntung rokok

Perlakuan Pengamatan
1 Rokok Tidak nyala
2 Rokok Tidak nyala
2 Rokok disatukan Tidak nyala

Catatan: Api dinyatakan nyala apabila sudah mencapai tahap Flaming

Pembahasan

Pada praktikum kali ini, praktikan menguji apakah api dapat disebabkan oleh gesekan kayu dan puntung rokok yang menyala. Seperti yang kita ketahui bahwa sumber api yang menyebabkan kebakaran hutan dapat berupa sumber alami dan Manusia( Buatan). Sumber alami meliputi Petir, gesekan ranting dan dahan kering, dan bencana gunung meletus. Sementara itu dari sumber manusia dapat berupa disengaja, yaitu dengan menyiapkan api untuk pembakaran, dan kelalaian berupa puntung rokok dan api unggun.

Berdasarkan hasil praktikum pertama tentang pengujian gesekan sebagai sumber api, diperoleh data bahwa gesekan kayu dapat meyebabkan kayu dan bambu tidak dapat menyebabkan api. Praktikum dilakukan dengan cara mengesek-gesekan dua buah batang kayu dan bambu selama waktu tertentu yaitu 1 menit, 5 menit dan 10 menit dengan pengulangan sebangyak tiga kali. Gesekan kayu dan bambu hanya mengahsilkan rasa hangat pada titik yang mengalami gesekan. Gesekan pada kayu menghasilkan rasa panas, sedangkan pada bambu hanya rasa hangat. Hal tersebut dipengaruhi oleh struktur kulit bagian luar kayu yang lebih kasar dari pada bambu sehingga gesekan menghasilkan rasa panas yang lebih dari bambu. Sementara itu pada bambu hanya rasa hangat. Selanjutnya semakin lama waktu penggesekan dihasilkan rasa panas yang lebih tinggui, hal itu terjadi pada kayu dan bambu. Pada bambu saat waktu penggesekan 10 menit menimbulkan berkas hitam. Gesekan yang dilakukan baik untuk bambu dan kayu lebih keras tekanannya dan lebih teratur jika dibandingkan dengan gesekan yang terjadi antar ranting atau dahan kering pada pohon dihutan, namun hal tersebut tidak menimbulkan api. Dari percobaan tersebut dapat diketahui ternyata gesekan ranting atau dahan yang kering tidak dapat menimbulkan api yang dapat menyebabkan kebakaran hutan.

Praktikum kedua adalah pengujian apakah puntung rokok dapat menyebabkan nyala api seperti yang selama ini banyak dibicarakan bahwa penyebab kebakaran hutan adalah puntung rokok. Pengujian pertama adalah dengan melemparkan satu puntung rokok kedalam serasah daun pinus. Daun pinus dipilih karena mengandung resin yang sangat tinggi sehingga mudah terbakar apabila terkena sumber api. Perlakuan pertama setelah 10 menit tidak menimbulkan api (tahap flaming) dan hanya menimbulkan asap. Selanjutnya perlakukan kedua yaitu dengan melemparkan dua buah puntung rokok kedalam serasah pinus. Setelah 10 menit sama seperti perlakuan pertama yaitu tidak menimbulkan api hanya asap saja. Terkahir yaitu perlakuan ketiga dengan cara menyatukan dua buah puntung rokok, namun setelah 10 menit tidak terjadi nyala api. Pada perlakuan pertama dan kedua adalah pengujian sumber api akibat kelalaian manusia yang mebuang sisa puntung rokoknya kedalam hutan, dan ternyata hal tersebut tidak menimbulkan api yang menyebabkan kebakaran hutan. Sementara itu perlakuan ketiga yaitu pengujian penyebab kebakaran hutan akibat kesengajaan menggunakan dua puntung rokok yang disatukan ternyata tidak dapat menimbulkan api yang menjadi penyebab kebakaran hutan.

KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan sesuai prosedur kerja yang ada dapat ditarik kesimpulan ternyata gesekan kayu dan bambu tidak dapat menimbulkan api yang menyebabkan kebakaran hutan, sehingga gesekan ranting dan dahan kering di Indonesia tidak benar jika dikatakan sebagai penyebab kebakaran hutan. Begitu juga puntung rokok, baik yang dibuang karena kelalaian maupun yang sengaja disusun/ disatukan dua buah ternyata tidak dapat menimbulkan api yang menyebabkan kebakaran hutan. Sehingga penyebab kebakaran hutan di Indonesia kemungkinan besar disebabkan oleh kesengajaan manusia yang membakar hutan tersebut selain faktor bencana alam seperti gunung meletus seperti yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merapi baru –baru ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, dkk. 2004. Bahan Ajar Perlindungan Hutan. Bogor: Fahutan, IPB.

Frick, H. Ardiyanto, A. Darmawan, AMS. 2008. Ilmu Fisika Bangunan. Yogyakarta: Kanisius.

Purbowaseso, B. 2004. Pengendalian Kebakaran Hutan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rachmatsjah, O. 1985. Masalah Kebakaran Hutan dan Cara Penanggulangannya. Bogor: Stock

opname.

Suratmo, F G. 1974. Perlindungan Hutan. Bogor:Fahutan, IPB.

taman nasional sembilang, tempat transit burung migran dari siberia

Taman Nasional Sembilang merupakan perwakilan hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan hutan riparian (tepi sungai) di Propinsi Sumatera Selatan.

Tumbuhan yang ada di daratan dan perairan dicirikan dengan adanya paku gajah (Acrostichum aureum), nipah (Nypa fruticans), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus tectorius), waru laut (Hibiscus tiliaceus), nibung (Oncosperma tigillaria), jelutung (Dyera costulata), menggeris (Koompassia excelsa), gelam tikus (Syzygium inophylla), Rhizophora sp., Sonneratia alba, dan Bruguiera gimnorrhiza.

Daerah-daerah pantai/hutan terutama di Sembilang dan Semenanjung Banyuasin merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), kucing mas (Catopuma temminckii temminckii), rusa sambar (Cervus unicolor equinus), buaya (Crocodylus porosus), biawak (Varanus salvator), ikan sembilang (Plotusus canius), labi-labi besar (Chitra indica), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris), dan berbagai jenis burung.

Ribuan bahkan puluhan ribu burung migran asal Siberia dapat disaksikan di Sembilang yang mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Hal ini merupakan atraksi burung migran yang menarik untuk diamati, karena dapat mendengar secara langsung suara gemuruh burung-burung tersebut terbang bersamaan dan menutupi suara debur ombak Selat Bangka.

Jenis burung lainnya yang ada seperti blekok asia (Limnodromus semipalmatus), trinil tutul (Pseudototanus guttifer), undan putih (Pelecanus onocrotalus), bluwok putih (Mycteria cinerea), bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), dara laut sayap putih (Chlidonias leucoptera), dan lain-lain.

Sebelah Barat Laut Taman Nasional Sembilang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Berbak yang berada di Provinsi Jambi.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:Semenanjung Banyuasin, Sembilang, Teluk Benawan, Teluk Sekanak, Pulau Betet. Menyelusuri sungai sambil mengamati satwa, mangrove, memancing, mengamati burung-burung migran asal Siberia dan lumba-lumba air tawar

Atraksi budaya di luar taman nasional:

Festival Krakatau pada bulan Juli di Bandar Lampung dan Festival Danau Ranau pada bulan Desember di Oku-Sumatera Selatan.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi :Cara pencapaian lokasi: Palembang – Sungsang menggunakan charter kapal motor sekitar dua jam, dan dilanjutkan ke lokasi sekitar dua jam.

cerita bersambung tentang pengalaman gw

Pernah nonton film Janji Joni Kan??? itu loh film tentang seorang tukang pengantar gulungan film yg dibintangi oleh Nocolas Saputra tahun 2005, udah lama sih. gw sedikit punya cerita yang kira-kira hampir sama dengan si Joni walaupun gw juga bingung miripnya dimana, hahahaha. Well, cerita dimulai dari pengumpulan laporan praktikum Ilmu Ukur Tanah dan Pemetaan Wilayah, kebetulan gw jadi PJ di kelompok gw.

“agung gw udh di dpn BRI, kostan lu dmn” Sms dr si Bagus

” ya bntr, 2 menit gw kesana”

karena jadi PJ, jadi semua laporan dikumpulin ke gw sebelum gw serahin ke ASPRAK, kak Januar.

“indri laporan dikumpulin jam 1 bisa gk, aku mau tidu siang”

“jgn jam 1 donk, jam 3 aja, aku belom selesai”

selanjutnya satu persatu semuannya ngumpulin laporan, mulai dr Onya, Putri, Qoiqoi, bagus,dan yayan. yang belum tinggal indri dan dilla. oh iy gw lupa kalau hari itu adalah hari sabtu, hari kuliah sudah libur dan semua sudah pd pulang mudik lebaran semua, tgl 4 september tepatnya. akhirnya dilla ngumpulin sekitar jam 3an,

“dil, kpn balik ke medan”

“gw gk balik gung, kmrn udh balik”

” busyet, jd lebaran di bgr?”

” ya begitu”

dari situ gw bersyukur gw bisa mudik lebaran, dilla bilang balik ke tempat keluarganya di bgor. sedih juga. Lanjut,,,, akhirnya the last one ngumpulin juga.setelah ditunggu2 sekian lama sampai lumutan, hehehehehe.dari situ gw cerita sama indri kalau gw mau ke Ekalokasari Plasa ( ELOS) buat nemenin si Pardi beli roti unyil.

” lu mau kmn ind?”

“mau beli roti unyil di depan, BNI”

” oh, gw jg mau beli tapi di elos sekalian cari oleh2 yg lain”

sekitar jam 4an, laporan gw kumpulin ke kostan kak januar di balebak, sekitar 5 Km perjalanan, jauh juga kalau jln kaki ditengah panas teriknya Bogor dan puasa cuy, alternatifnya ya naik angkot. tiba-tiba sms masuk, gw buka eh ternyata dr indri, isinya nanyain mau brkt ke elos kpn dan pulangnya kapan. @#$##@@>>>>””:””**&^&^$….ketemuan di depan Al amin si Indri akhirnya nitip roti unyil ke gw, krna di dpn BNI udh habis. si Indripun ngasih duit plus ongkos jalan, Heheheheehe. singkat cerita sekitar jam 4.30 gw ama pardi mulai perjalanan. naik angkot kampus dalam-laladon, yg warna biru itu loh. sudah gw duga sebelumnya bahwa lalulintas pasti macet, ternyata emang bener, butuh waktu sekitar 20 menitan ke laladon, pdhl jaraknya gak lebih dari 5 km. selanjutnya ganti nagkot 02 tujuan sukasari.

sebuah pelajaran berharga gw dpt, yaitu jgn keluar pas sore2,,,akhirnya terjebak macet….maceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttt. butuh waktu 1,5 untuk samapi ke Elos. Sabar-sabar, puasa.

ditengah jalan, ada sms masuk dr Ami.

” agung kau dimano? biso nyariin mobil bus dak di baranangsiang, untuk besok kito harus berangkat jm 4 pagi”

busyeeeet, mendadak bgt, wah udah macet gini, si ami sms kaya gtu jg,,wadoh…. yaudah akhirnya gw bales gw lg di laladon, macet. oh iy, sebelumnya Ami udh tahu kalau gw mau ke Elos, jd dia sms gw. dia bilang kalau si Memel dah kmrn bisa dapet carter bus kecil 350 sampai terminal Xderes. gw juga mikir emang ada bus kecil disewa seharga gitu, akhirnya gw bilang ke Ami akan gw usahain.( Janji Agung ke-2) sebelumnya gw janji ke Indri kalau gw bakal balik ke kampus sebelum jam 7 malem, karena dia berangkat jam 7 malem mudik ke kendal.( Janji Agung pertama).

ditengah kemacetan kota bogor, harus mengejar waktu, mana puasa, ditengah rasa kesal juga karena baru tahu kalau harus nyari bus bwt bernagkat jam 4 subuh besok, pdhl rencana awal brkngt jam 7 pagi.

pukul 17.30

oh, damn. macet bener-bener parah, orang-orang sibuk mencari makanan buat buka,ditambah jam pulang mahasiswa, dan kantor, bogor yg jalannya kecil-kecil dipadati kendaraan yg tumpah bak air. masih di angkot, pokoknya ketawa ja sama pardi, sambil berharap cepet samapi elos. di depan plaza bogor, si angkot stop lama bgt, nungguin penumpang, oh sial. muncul ide gila untuk jalan, tapi jauh cuy….terus pasrah saja.

” allahuakbar-allahuakbar”

magrib, oh masih di kwasan batu tulis, udah gelep mata gw gk bisa liat jalan lagi,,,, tahu kan kalau angkot 02 itu ke sukasari. bala bencana itupun datang, ternyata Elos kelewatan. APA??????

oh sitt, kaya anak ilang kita berdua diturunin ditengah jalan, gw gk tahu daerah itu…kelewatan jauh bgt tu elos.

akhirnya nanya orang-orang di jalan, kita masih belum buka. yaudah akhirnya naik angkot 10, nyampe depan elos jam 18.15

langsung lari ke toko roti unyil venus. busyet rame bgt, kaya ngantri BLT. kayanya semua orang pingin mudik dgn oleh2 roti unyil.

“mbk-mbk roti unyilnya dong…”

tapi si mbk2 pelayannya cuek dan gak dengerin gw, pdhl gw udh ngantri tapi dia mendahuluin penjual yg lain. krna duit cash yg kurang si pardi ngmbil duit dulu ke atm.tapi gk ketemu dimana mesin atm. gubrak, pardiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

kesel nunggu lama, akhirnya gw teriak

” woi mbk, gw duluan nih, gw juga mau beli layanin dong, ni mau berangkat jam 7″

sontak semua orang langsung melihat semua ke gw, dan si bvapak yg mungkin manajernya langsung mendekati gw, sambil nanya mesen apa mas. goblok kata gw, ya mesen roti unyil. emosi nih emosi…..

gw serasa ikutan acara the apprentice yg diadain oleh donald trump, dikejar2 waktu.

gw lihat jam, wah udah jam segini, 30 menit semepet gk y sampe kampus.

pokoknya lanjut, Janji agung. buih macet dimanan2, l;ewat BTM jg macet, sempat muncul ide gila nih, nyari ojek buat nganter ke kampus, walaupun sempet mikir juga

“bayarnya berapa” dalem hati gw

gw coba inget2 temen gw yg di bogor,wilaga si tukang ojek. hehehehe.tapi gw gk hubungin dia.atau solusinya minta anterin orang dijalan aja naik motor, kan motor bisa nyelap-nyelip. baru ingat, PAnji, rumahnya kan di bogor.

pas mau sms , hp gw mati, biasa hp usang, si pardi gkda no panji,. trus sms hendro minta no panji, si hendropun lelet balesnya akhirnya di tlpon, Pulsa pardi kepake bnyk bgt pokoknya malem itu. wah ternya si panji masih di kampus dan baru mau nganterin temen sekontakannya si amat yg mudik jg malem ini , bareng hendro jg ke kediri. akhirnya kita nanya ke sopir angkot, pangkalan ojek terdekat dimana, trus kita diturunin di depan Lapas bogor. lagi-lagi kaya anak hilang. sumpah gw paning, pusing, kesel, capek apalah itu. ide gila muncul, ada orang lg duduk diatas motor trus gw deketin ya gw crta aja kalau gw butuh tumpangan ke jalan baru karena gk sempet lg ke kampus dan indri busnya udh berangkat juga jd solusinya gw nunggu di jalan baru dgn harapan tiba disana sblm bus indri lewat. gw crta aja ke orang itu yg lg nunggu tmnnya, gw butuh tumpangan. tapi tuh orang ketakutan, mungkin dikiranya gw curanmor yg berusaha menipu dia. hahahahaa

akhirnya nanya sana sini ada ojek gak

wah mas disini gk ada ojek yg ada becak, paling ke Mawar dulu”

busyet, ke mawar berapa lama lg,

si indri terus nelpon tapi suaranya suara cowok, gw pikir itu pacarnya indri, akhirnya jalan trus sampai ke depan satsiun, trus gw nanyain tukang parkir. ada ojek gk deket sini, ya bodohnya gw gw cerita maslah gw. trs si bpk itu lngsug bilang dia ojek, trus dia minjem aja tuh motor temennya,  gobloknya gw dimanfaatin orng, tega tuh orang, ngmbil kesempatan ditengah kesempitan gw.

krna bingung gkda cara lain y gw setuju aj.

“mang ke jalan baru ya”

” jalan baru, dimana tuh?

” yasmin mang”

” yasmin?????” gw baru tahu kalau orang bogor ada yg gk tahu yasmin,

ternyata masih hafalan jalan bogor gw drpd si orang bogor ini, weleh-weleh.

muter2 akhirnya gw bilang ke jambu dua aja, baru dia tahu. yaudah dari situ gw arahin ke underpass jln baru. pendek cerita akhirnya gw nyampe jg di tempat janjian dgn si cowok yg selalu nelpon gw pake no indri, lagi-lagi gw pikir itu cowoknya indri. sejenak gw lupain masalah carter bus yg diperintahkan oleh Ami. akhirnya gw nyampe, tapi mana bus indri, apa udah lewat ya, kok gak ada.

si indripun nelpon, tgu mobilnya ada masalah jd belom lewat underpass, Alhamdulillah. pokonya selama perjalanan dr elos ke underpass si indri selalu sms gak usah gunk, biarin aja buat kamu tu roti. tapi gw jwab, wah aku yg gak enak. ya iyalah gw udah janji, udah berjuang dr berangkat, dan udah gw beli kalau gk sampe ke tangan indri, sia-sia dong perjuangan gw.

sama kaya film janji joni, si joni bakalan nganterin gulungan film ke bioskop satu ke lainnya dan berusaha tidak telat wlaupun halng merintang menghadang di jalan.

” gw udh di underpass”

” oh iy lo liat aja mobil bus warna biru, nah ini udah lewat underpass, lo disebelah mana?”

” gw di sebelah kiri, pake baju lengan pnjg garis2″

akhirnya, tapi apa yg terjadi, gw disorakin seisi bus

“cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………….prikitiw”””””

gw jg baru tahu ternyata cowok itu si Lutfi, temen TPB gw,,,,wadoh salah duga gw.

“makasih y gung, jd gak enak nih…”

” yaudah biasa aj kali, kan aku udah janji”

BERSAMBUNG

KE JANJI AGUNG PART II

……………………………………………………………………………………………………………………………gunkzSUD

mengukur popularitas website – blog post

Siapa pun yang mempunyai website ingin tahu seberapa populer website mereke. Mengukur popularitas website tidak sulit, di Internet tersedia banyak tool yang bisa digunakan, tetapi perlu diingat tiap tool mempunyai parameter – parameter sendiri dalam menentukan popularitas suatu website. Berikut ini beberapa tool yang bisa Anda gunakan :

1. Page Rank

Page rank adalah tool yang digunakan oleh Google untuk menentukan rangking suatu website. Nilai page rank mulai dari 1 – 5. Page Rank mempunyai algoritma khusus untuk menentukan tinggi rendahnya Page Rank suatu website. Untuk mencari website yang menyedia fasilitas pengkuran Page Rank coba cari di Google dengan kata kunci page rank checker atau Anda bisa mengunjungi website di berikut ini :

http://www.prchecker.info

http://www.pageranksitesi.com

http://www.mypagerank.net